Mei 20, 2011

MENOPAUSE

Anatomi Sistem Reproduksi Wanita

Anatomi system reproduksi wanita terbagi 2, yaitu:

1. Organ-organ Internal, terdiri dari :

· Dua ovarium (indung telur)

· Dua tuba fallopii (saluran telur)

· Uterus (rahim)

· Vagina

2. Organ-organ eksternal, terdiri dari :

· Mons pubis

· Klitoris

· Vestibulum

· Meatus Uretra

· Introitus vagina

· Kelenjar skene dan bartholini

· Labia Mayora

· Labia Minora


Masa-masa kehidupan wanita:

Masalah normal yang dialami wanita dari usia 8 sampai 65 tahun terdiri dari :

  1. Prapubertas
    • Bayi wanita

Folikel primordial (bakal telur) dikedua ovarium telah lengkap, yakni sebanyak 750.000 butir dan tidak bertambah lagi pada kehidupan selanjutnya. Alat kelamin luar dan dalam sudah terbentuk. Pada minggu pertama dan kedua, bayi masih mengalami pengaruh estrogen dari ibunya.

    • Masa kanak-kanak

Pertumbuhan alat-alat kelamin tidak memperlihatkan pertumbuhan yang berarti sampai masa pubertas. Kadar hormon estrogen dan hormon gonadotropin lainnya sangat rendah.

  1. Pubertas
    Pubertas merupakan masa peralihan antara masa kanak-kanak dan masa dewasa. Pubertas mulai dengan awal berfungsinya ovarium dan berakhir pada saat ovarium sudah berfungsi mantap dan teratur. Pubertas pada wanita mulai kira-kira pada umur 8-14 tahun. Kejadian penting pada masa ini adalah pertumbuhan badan yang cepat, timbul ciri-ciri kelamin sekuder, menarche, dan perubahan fisik.
    Perkembangan ini terutama disebabkan oleh estrogen.
  2. Masa reproduksi

Merupakan masa terpenting pada wanita dan berlangsung kira-kira 33 tahun. Haid pada masa ini paling teratur dan bermakna untuk kemungkinan kehamilan

  1. Masa Klimakterium termasuk menopause dan pasca menopause
    • klimakterium, merupakan masa peralihan antara masa reproduksi dan masa senium, yang bukan merupakan suatu keadaan patologik, melainkan suatu masa peralihan yang normal. Masa ini berlangsung sebelum dan beberapa tahun sesudah menopause. Masa premenopause, menopause dan pasca menopause dikenal sebagai masa klimakterium. Klimakterium dapat dikatakan mulai sekitar 6 tahun sebelum menopause dan berakhir kira-kira 6-7 tahun sesudah menopause. Pada wanita dalam masa ini, terjadi juga keluhan-keluhan yang disebut sindroma klimakterik. Keluhan-keluhan ini dapat bersifat psikis seperti mudah tersinggung, depresi, kelelahan, semangat kurang dan susah tidur. Gangguan neurovegetatif dapat berupa hot flashes, keringat banyak, rasa kedinginan, sakit kepala, dll.
    • Menopause adalah haid terakhir atau saat terjadinya haid terakhir yang disebabkan menurunnya fungsi ovarium. Diagnosa dibuat setelah terdapat amenorea (tidak haid) sekurang-kurangnya satu tahun. Berhentinya haid dapat didahului oleh siklus yang lebih panjang dengan perdarahan yang berkurang. Umumnya batas terendah terjadinya menopause adalah umur 44 tahun. Menopause dapat terjadi secara artificial karena operasi atau radiasi yang umumnya menimbulkan keluhan yang lebih banyak dibandingkan dengan menopause alamiah.
  1. Masa Senile

Pada masa ini telah tercapai keseimbangan hormonal yang baru sehingga tidka ada lagi gangguan vegetatif maupun psikis. Yang mencolok pada masa ini adaah kemunduran alat-alat tubuh dan kemampuan fisik sebagai proses menjadi tua. Dalam masa ini pula osteoporosis terjadi pada wanita dengan intensitas yang berbeda. Walaupun sebab-sebabnya belum jelas betul, namun berkurangnya hormon steroid dan berkurangnya aktivitas osteoblast memegang peranan dalam hal ini. Ganggguan-gangguan lain yang dapat timbul antara lain vagina menjadi kering sehingga timbul rasa nyeri pada waktu bersetubuh, nyeri pada waktu berkemih dan terasa ingin terus buang air kecil.


Perubahan-Perubahan Organik Pada Masa Klimakterium

Perubahan pada organ reproduksi

Uterus (kandungan)

Uterus mengecil , selain disebabkan atrofi endometrium juga disebabkan hilangnya cairan dan perubahan bentuk jaringan ikat intertesial. Serabut otot miometrium menebal, pembuluh darah miometrium menebal dan menonjol.

Tuba Falopii (saluran Telur)

Lipatan – lipatan tuba menjadi lebih pendek, menipis dan mengkerut, endosalpingo menipis mendatar dan silia menghilang.

Serviks (mulut rahim)

Serviks akan mengkerut sampai terselubung oleh dinding vagina, kripta servikal menjadi atropik, kanalis servikalis memendek, sehingga menyerupai ukuran serviks fundus saat masa adolesen.

Vagina (liang kemaluan)

Terjadinya penipisan vagina menyebabkan hilangnya rugae berkurangnya vaskularisasi, elastistik yang berkurang, sekret vagina menjadi encer, indeks kario piknotik menurun. Ph vagina meningkat karena terhambatnya pertumbuhan basil Donderlein yang menyebabkan glikogen seluler meningkat, sehingga memudahkan terjadinya infeksi.

Uretra ikut memendek dengan pengerutan vagina, sehingga meatus eksternus melemah timbul uretritis dan pembentukkan karankula.

Dasar pinggul

Kekuatan dan elastistik menghilang, karena atrofi dan lemahnya daya sokong disebabkan prolapsus utero vaginal.

Perineum dan anus

Lemak subcutan menghilang, atrofi otot sekitarnya menghilang yang menyebabkan tonus spincter melemah dan menghilang. Sering terjadi inkontinensia alvi vagina.

Vesica Urinaria (kandung kencing)

Tampak aktivitas kendali spincter dan detrusor hilang, sehingga sering kencing tanpa sadar.

Kelenjar payudara

Diserapnya lemak subcutan , atrofi jaringan parenkim, lobulus menciut, stroma jaringan ikat fibrosa menebal. Puting susu mengecil kurang erektil , pigmentasi berkurang , sehingga payudara menjadi datar dan mengendor.

Perubahan diluar organ reproduksi

Adipositas (penimbunan lemak)

Penyebaran lemak ditemukan pada tungkai atas, pinggul, perut bawah dan lengan atas. Ditemukan 29 % wanita klimakterium memperlihatkan kenaikkan berat badan yang sedikit dan 20 % kenaikkan yang menyolok. Diduga ada hubungan dengan turunnya estrogen dan gangguan pertukaran zat dasar metabolisme lemak.

Hipertensi (tekanan darah tinggi)

Adanya gejolak panas terjadi suatu peningkatan tekanan darah baik sistole maupun diastole. Diketahui bahwa 2/3 penderita hipertensi esential primer adalah wanita antara 45-70 tahun yang diketahui permulaan peningkatan tensi paling banyak terjadi salama masa klimakterium. Peningkatan tekanan darah pada usia klimakterium terjadi secara bertahap, kemudian menetap dan lebih tinggi dari tensi sebelumnya.

Hiperkolesterolnemia (kolesterol tinggi)

Penurunan atau hilangnya kadar estrogen menyebabkan peningkatan kolesterol. Peningkatan kadar kolestrol pada wanita terjadi 10-15 tahun lebih lambat pada laki-laki. Peningkatan kadar kolesterol yang merupakan faktor utama dalam penyebab arterosklerosis.

Aterosklerosis (perkapuran dinding pembuluh darah)

Adanya hipertensi dan peningkatan kadar kolesterol menyebabkan meningkatkan faktor resiko terhadap terjadinya aterosklerosis. Khususnya mengenai sklerosis primer koroner dan infark miocard akan terjadi 1-2 kali lebih sering setelah kadar estrogen menurun.

Virilisasi (pertumbuhan rambut-rambut halus)

Turunnya estrogen dalam darah adanya efek androgen menyebabkan tanda-tanda diferensiasi dari defeminisasi dan maskulinisasi. Hal ini berhubungan dengan ovarium sendiri membentuk estron yang bersifat androgen.

Osteoporosis (keropos tulang)

Dengan turunnya kadar estrogen, maka proses osteoblast yang berfungsi membentuk tulang baru terhambat dan fungsi osteoclast merusak tulang meningkat. Akibat tulang tua diserap dan dirusak osteoclast tetapi tidak dibentuk tulang baru oleh osteoblast, sehingga tulang menjadi osteoporosis.

Keluhan Vasomotorik

Haid adalah peristiwa yang terjadi secara khas pada individu, baik dalam awal pertama kali terjadi, dalam siklus, jumlah darah yang keluar, maupun dalam gejala-gejala yang menyertainya. Demikian pula ketika terjadi menopause akan menimbulkan gejala-gejala yang berbeda pada tiap orang. Meskipun demikian, dapatlah dikatakan bahwa gejala-gejala menopause dapat berupa insomnia, rasa panas (hot flash), banyak berkeringat, depresi, berkurangnya daya ingat, sulit menahan dorongan untuk kencing (inkontinensia), dsb. Karena sifat gejala yang berbeda-beda pada tiap orang itu maka ada baiknya jika Anda mencatat tanggal-tanggal haid Anda serta gejala-gejala “yang tidak biasa” yang mungkin terjadi, setelah Anda mencapai atau melampaui usia 40 tahun.

Hot Flash

Hal pertama yang harus diketahui mengenai hot flash atau rasa panas yang datang secara ialah bahwa hal ini tidaklah berbahaya. Ia akan lekas hilang dan tidak perlu ditakuti. Sesungguhnya, ada beberapa jenis pengalaman dengan rasa panas yang berbeda ukuran, bentuk, maupun intensitasnya. Biasanya, hot flash berlangsung hanya selama 15 detik sampai 1 menit. Sama sulitnya seperti kita menggambarkan menopause, demikian pula halnya dengan upaya menjelaskan pengalaman dengan upaya arus panas.

Rasa panas biasanya timbul pada saat darah haid mulai berkurang dan mulai berlangsung sampai saat haid benar-benar berhenti. Sebagian besar perempuan yang mengalaminya menyatkan tidak terlalu terganggu karena arus panas terasa ringan saja. Hanya sebagian kecil yang merasa terganggu karena ada rasa tergelitik pada jari-jari, kaki dan tangan, atau kepala, atau mulai dari jari kaki dan merayap ke kepala. Arus panas kadang timbul pada bagian tertentu saja dan kadang dialami secara lebih menyeluruh. Frekuensi timbulnya hot flash sebenarnya tidak dapat diduga sebelumnya, mungkin hanya sekali dalam beberapa jam, atau bahkan selama 15 menit selama berjam-jam.

Ada perempuan yang mengalami arus panas hanya sebagai keringat yang melebihi biasanya. Ini termasuk gejala yang sangat ringan dan sama sekali tidak tampak oleh orang lain. Ada juga yang mengalaminya sebagai peningkatan suhu badan secara tiba-tiba yang menyebabkan wajah menjadi kemerahan dan keringat mengucur di seluruh tubuh. Berkeringat pada wakut malam disebut keringat malam dan mungkin saja diikuti atau tidak diikuti rasa panas. Rasa panas ini tidak membahayakan dan akan cepat berlalu. Sisi buruknya hanyalah rasa tidak nyaman, tanpa disertai rasa sakit.

Sakit Kepala

Sakit kepala sebenarnya bukanlah keunikan khas dari menopause. Sakit kepala terjadi karena pembuluh darah yang menuju ke otak dan kepala mengembang atau mengkerut. Begitu pun yang gerjadi pada syaraf.

Ada ahli yang menduga bahwa sakit kepala timbul karena terjadinya penimbunan air di dalam tubuh seperti ketika haid. Akibatnya, ada cairan yang tertahan di otak dan menjadi penyebab sakit kepala. Saluran darah yang sedang membengkak menyebabkan darah yang mengalir melalui pembuluh darah terhambat sehingga menimbulkan denyutan yang mengakibatkan rasa sakit pada kepala.

Satu hal yang pasti bahwa sebagian besar sakit kepala diakibatkan oleh adanya ketegangan pada otak. Jika otot kepala dan leher terus menegang maka akan menyulitkan kelancaran aliran darah menuju ke otak. Jadi, jika kita didera sakit kepala, bersantailah dan istirahat.

Bengkak

Pembengkakan merupakan salah satu cirri menopause. Perempuan umumnya terbiasa dengan gejala ini karena memang sering dialami pada saat menstruasi. Sama halnya dengan arus panas, pembengkakan tidak terjadi pada semua orang. Jika pembengkakan menjadi bagian dari pengalaman menstruasi, dan jika perempuan berkulit gelap serta memiliki buah dada yang besar, kemungkinan untuk mengalaminya waktu menopause sangat besar.

Para ahli memperingatkan agar perempuan tidak terlalu banyak mengkonsumsi garam jika perempuan mempunyai kecenderungan mengalami pembengkakan selama menopause. Dengan mengurangi pemakaian garam, dapat menghindari atau mengurangi penumpukan air. Langkah lain yang bisa dilakukan adalah dengan banyak berjalan kaki sehingga merangsang gerakan di seluruh tubuh dan mengurangi pembengkakan. Jika tidak, cobalah cara berikut: berbaring dan bernapaslah dalam-dalam selama beberapa menit, kemudian regangkan tubuh dengan bangun-berdiri dan menyentuh ujung jari kaki.

Ada juga beberapa usulan menarik. Gunakan diuretic alamiah seperti seledri, semangka, jeruk, nanas, dan ketimun. Jauhilah karbohidrat dan gula, kecuali yang terdapat pada buah-buahan. Ada pula yang menganjurkan penambahan vitamin C.

Linu dan Rasa Nyeri

Semua orang tentu pernah mengalami linu dan nyeri. Namun, tidak setiap kali muncul rasa tidak nyaman itu kita pergi ke dokter. Dengan mengenali tubuh kita dengan baik, kita akan lebih mampu menghargai dan mengasihinya. Walaupun tidak ke dokter, setiap perasaan sakit perlu mendapat perhatian. Karena, kesakitan merupakan cara tubuh memberitahukan sesuatu. Perhatikanlah karena tubuh sedang memberi peringatan. Salah satu cara untuk mengatasinya adalah dengan memberi cukup istirahat pada tubuh, menyesuaikan derap kehidupan kita pada tuntutan tubuh dengan penuh kesadaran bahwa badan dan pikiran adalah dua hal yang tidak terpisahkan.

Memperlambat Datangnya Menopause

Datangnya masa menopause tidak perlu membuat diri kita menjadi cemas. Karena selain dapat diatasi dengan terapi hormon pengganti, kehadiran menopause ternyata dapat diperlambat dengan mengatur dan memulai kehidupan yang lebih sehat. Adapun persiapan-persiapan yang dapat kita lakukan antara lain:

1. Berolah raga secara teratur.

Olah raga selain membantu mengurangi datangnya gejala awal menopause, dapat pula meningkatkan kekuatan tulang. Mulailah dengan olah raga seperti jalan kaki, jogging, meditasi, dan yoga.

2. Mengkonsumsi makanan yang kaya akan kalsium.

Mengkonsumsi makanan seperti susu, keju, dan kacang-kacangan dapat mengurangi kekeroposan tulang. Telah terbukti bahwa pemberian kalsium jangka panjang (12 tahun) dengan dosis 1,2-2,5 gr/hari dapat menurunkan patah tulang sampai 50%. Pemberian kalsium jangka pendek dengan dosis rendah tidak ada gunanya.

3. Mengkonsumsi makanan yang mengandung vitamin seperti buah-buahan dan sayuran.

Vitamin yang terkandung dalam buah-buahan dan sayuran dapat meningkatkan kesehatan tubuh.

4. Mengurangi konsumsi kopi, teh, minuman soda, dan alkohol.

Minuman ini banyak mengandung kafein yang dapat memperlambat penyerapan kalsium.

5. Menghindari merokok.

Merokok dapat menyebabkan terjadinya menopause lebih awal dan memudahkan kita terkena osteoporosis.

Dengan cara ini, menopause yang kehadirannya tidak dapat dihindari dapat dihadapi dengan lebih tenang dan aktivitas pun dapat terisi dengan lebih baik. Pencegahan selalu lebih baik daripada pengobatan.

Tidak ada komentar: